Kamis, 05 April 2012

Kehilangan hasil yang disebabkan oleh penyakit tanaman

Jumlah kehilangan hasil berkisar dari yang paling ringan hingga 100%. Tanaman atau produk tanaman mungkin tereduksi secara kuantitas oleh penyakit sejak di lahan, yang umumnya terjadi pada hampir semua jenis penyakit tanaman, atau bisa juga mengalami pengurangan secara kuantitas oleh penyakit pada saat penyimpanan seperti yang diakibatkan oleh pembusukan pada buah, sayuran, biji-bijian dan kelompok tanaman serat yang disimpan. Kadang-kadang juga terjadi perusakan oleh penyakit pada tanaman atau buahsebagai akibat dari pertumbuhan berlebihan dari tanaman kompetitor. Seringkali, kehilangan hasil yang besar menyebabkan pengurangan kualitas produk tanaman yang dihasilkan. Contoh yang umum terjadi adalah dengan adanya becak, kudis busuk sebagian pada buah, sayur atau tanaman hias akan berdampak pada kualitas produksi, kualitas produk yang rendah akan menurunkan harga sehingga tidak lagi menguntungkan atau bahkan tidak dapat dijual.Contoh yang lain buah apel yang terinfeksi kudis (Scab), meski hanya 5% gejala penyakit dapat menurunkan harga hingga 50%.

2. Membatasi jenis atau ragam tanaman dan industri dalam suatu daerah
“American chestnut”yang merupakan pohon penghasil kayu, banyak mengalami kematian sehingga populasinya habis di Amerika Utara akibat serangan penyakit hawar “chestnut blight disease”, dan “American elm”berkurang secara signifikan akibat serangan “Dutch elm disease”.
Penyakit tanaman juga dapat menjadi faktor untuk menentukan macam industri pertanian dan tingkat pekerjaan di suatu daerah karena pengaruh jumlah dan macam produk pada kegiatan produksi pengalengan dan proses industri lokal.Penyakit tanaman juga bertanggungjawab terhadap kreasi industri baru yang mengembangkan bahan kimia, mesin dan metode pengendalian penyakit tanaman; kebutuhan tiap tahun yang dikeluarkan oleh pemerintah amerika sendiri mencapai jutaan dolar amerika.

3. Menyebabkan keracunan pada manusia dan binatang
Ergotismeadalah contoh mycotoxicosis yang disebabkan oleh pakan atau makanan menjadi sangat tidak sehat karena jamur Claviceps purpurea menghasilkan mikotoksin. Ergotismedapat menyebabkan gejala yang langsung dan dramatis dan telah banyak terjadi pada banyak negara.
Mikotoksin adalah racun atau toksin yang merupakan hasil dari metabolisme jamur yang dilepaskan oleh sedikit tetapi umumnya jamur yang tumbuh pada kelompok biji-bijian, polong dan kacang-kacangan. Produksi toksin pada kelompok tanaman-tanaman tersebut umumnya distimulasi oleh kadar air saat panen yang sangat tinggi, atau karena kerusakan tempat penyimpanan sehingga kelembabannya tinggi yang selanjutnya akan muncul jamur yang memproduksi mikotoksin pada produk tanaman yang disimpan.

Contoh yang lain adalah aflatoxins yang dihasilkan oleh dua spesies jamur Aspergillus beberapa yang lain juga memiliki daya racun yang sama yakni ochratoxins, yang diproduksi oleh dua species Aspergillus dan species Apergillus yang lain, spesies Penicillium serta speseis jamur yang lain. Ochratoxins terjadi pada tanaman sereal, kopi, rori dan banyak produk makanan simpanan yang berasal dari binatang. Sekitar 20.000 orang di Balkan bagian utara nampak menderita sakit kronis akibat penyakit yang diakibatkan oleh jamur penghasil ochratoxin. Keracunan akibat jamur yang tumbuh pada tebu disebabkan oleh mikotoksin yang dihasilkan dari spesies jamur Arthrinium dan dalam satu kawasan pedesaan di China terdapat lebih dari 800 orang terinfeksi karena memakan tebu yang terinfeksi jamur ini.

Organisme yang hidup pada atau didalam tubuh organisme lain dan mengambil makanan dari organisme yang ditumpanginya tersebut dikenal dengan parasit. Pemindahan makanan oleh parasit dari inangnya disebut parasitisme. Parasit tanaman adalah organisme yang menjadi sangat dekat keterkaitannya dengan tanaman inang dan memperbanyak diri serta tumbuh pada tanaman inangnya. Pemindahan nutrisi dan air oleh parasit dari tanaman inang seringkali mengurangi efisiensi dalam pertumbuhan normal tanaman dan merugikan terhadap perkembangan dan reproduksi tanaman.

Pada banyak kasus, parasitisme terkait erat dengan patogenisitas (pathogenicity), seperti kemampuan patogen menyebabkan sakit, sebagai kemampuan parasit untuk menginvasi dan menetap di dalam inang yang secara umum menghasilkan perkembangan penyakit pada tanaman inang.

Pada banyak kasus parasitisme, seperti nodulasi pada akar tanaman legume (polong) oleh bakteri dan infeksi mikoriza pada hampir semua tanaman berbunga, tanaman dan mikroorganisme mendapatkan keuntungan akibat hubungan parasitisme ini. Fenomena ini pada akhirnya kita kenal dengan sebutan simbiosis. Pada hampir semua penyakit tanaman, meskipun jumlah kerusakan yang diakibatkan pada tanaman seringkali lebih besar dari apa yang diperkirakan dari sekedar pemindahan nutrisi oleh parasit tanaman. Masih ada beberapa kerusakan tambahan yang dihasilkan dari substansi yang disekresikan oleh parasit atau dihasilkan oleh inang sebagai respon terhadap parasit. Jaringan yang terpengaruh oleh beberapa substansi akan menunjukkan peningkatan aktifitas respirasi, disintegrasi atau matinya sel, layu, terbentuknya lapisan absisi, abnormalitas sell dan pembesaran sel, degenerasi komponen spesifik seperti klorofil. Kondisi ini tiak nampak secara langsung meningkatkan kemampuan bertahan hidup parasit. Ini akan nampak sebagai kerusakan yang diakibatkan oleh parasit yang tidak selalu proporsional terhadap nutrisi yang dipindahkan oleh parasit dari tanaman inang. Patogenisitas adalah kemampuan parasit untuk melawan satu atau lebih fungsi-fungsi pokok tanaman, yang dengan jalan tersebut akan menyebabkan penyakit pada tanaman. Parasitisme seringkali memainkan peran yang penting tetapi tidak selalu menjadi faktor paling penting yang berperan didalam patogenisitas.

Dari sekian banyak kelompok organisme hidup hanya sedikit anggota dalam sedikit kelompok yang memarasit tanaman yakni, jamur, bakteri, molikut, tumbuhan tingkat tinggi parasit, alga hijau parasit, nematoda, protozoa, virus dan viroid. Parasit-parasit ini adalah kelompok parasit yang berhasil karena mereka dapat mengivasi tanaman inang, memakan dan berkembang didalam nya dan melawan kondisi didalam inang yang hidup.

Beberapa parasit meliputi virus, viroid, molikut, beberapa bakteri, nematoda, protozoa dan jamur penyebab penyakit tepung (downy dan powdery mildew), dan karat adalah biotroph, dimana mereka dapat tumbuh dan bereproduksi secara alamiah hanya pada inang yang hidup dan mereka disebut dengan obligate parasites. Parasit yang laing (hampir semua jamur dan bakteri) dapat hidup pada inang yang hidup dan mati dan pada berbagai media nutrisi agar, mereka disebut dengan nonobligate parasites. Beberapa nonobligate parasite hidup hampir pada setiap siklus hidupnya sebagai parasit, tetapi kondisi tertentu mampu tumbuh secara saprophytic pada material organik yang mati, parasit ini adalah semi-biotroph atau disebut dengan facultative saprophytes. Sedangkan yang lain hidup pada hampir siklus hidupnya pada material organik yang telah mati (necrotrophs) tetapi pada kondisi tertentu memungkinkan untuk menyerang tanaman dan bersifat parasitik, parasit ini disebut dengan facultative parasites. Seringkali tidak ada korelasi antara derajat parasitisme dari pathogen dan tingkat serangan penyakit sebanyak penyakit yang disebabkan oleh patogen yang lemah lebih banyak merusak tanaman dari pada yang lain yang disebabkan oleh obligate parasite.

Parasitisme pada tanaman merupakan fenomena yang umum. Di Amerika Utara, lebih dari 8.000 spesies jamur menyebabkan hampir 100.000 macam penyakit, dan minimal 200 bakteri, 75 molikut, lebih dari 1.000 virus dan 40 viroid dan lebih dari 500 spesies nematoda menyerang tanaman. Meskipun terdapat sekitar 2.500 spesies tumbuhan tingkat tinggi parasit bertindak sebagai parasit pada tanaman yang lain, hanya sedikit dari mereka menjadi parasit yang serius pada tanaman. Tanaman tunggal seperti tomat mungkin terserang oleh lebih dari 40 spesies jamur, 7 bakteri,16 virus, beberapa macam molikut, dan beberapa nematoda. Rata-rata jumlah penyakit pada tanaman jagung adalah 100 macam penyakit, gandum mencapai 80 penyakit, dan apel serta kentang masing-masing peka terhadap 80-100 macam penyakit tanaman.

0 komentar:

Poskan Komentar